“Hidup di alam fana adalah hidup di alam sandiwara. Lebih baik sekalian merias yang sungguh-sungguh sandiwara ketimbang merias yang tampak bukan sandiwara padahal sandiwara juga ...”
― Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada
“Harusnya kesabaran itu seperti keinginan, tak ada batasnya. Yang bertapal batas cuma kebutuhanl”
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
“Hanuman tertarik pada Trijata lantaran Trijata memang lebih hangat ketimbang Sinta. Trijata lebih manusiawi. Sebagai kera, Hanuman rindu pada bau manusia. Hanuman tak mencium bau manusia pada Sinta. Baginya bau Sinta terlalu bau bidadari.”
― Sujiwo Tejo, Rahvayana: Aku Lala Padamu
― Sujiwo Tejo, Rahvayana: Aku Lala Padamu
“Andai mereka, kaum jomblo itu, ber-Tuhan, masih lumayan. Mereka akan bilang bahwa jodoh itu di tangan Tuhan. Lha, yang atheis jodohnya di tangan siapa?”
― Sujiwo Tejo, Republik #Jancukers
― Sujiwo Tejo, Republik #Jancukers
“Lagu kebangsaan pastilah bukan semacam sistem demokrasi yang bisa didatangkan dari luar dan harus bisa dipakai oleh seluruh daerah yang tanpa sejarah demokrasi, karena lagu kebangsaan bukan demokrasi yang rasional dan bisa dicapai dengan pembelajaran. Lagu kebangsaan adalah urusan emosional.”
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
“Bahkan dalam banyak kepercayaan dan agama, hal yang musikal dianggap lebih awal dan lebih akhir ketimbang teks kata-kata maupun rupa.”
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
“Bukankah hanya pada saat mencemooh, putus asa, marah, dan sejenis itu kita menekankan suku kata terakhir pada kata-kata yang terdiri atas empat suku kata?”
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
“Menjadi suami atau istri yang gagal kerap dinilai tak menjaga kehormatan keluarga besar.”
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
― Sujiwo Tejo, Ngawur Karena Benar
